Home

Anda pengunjung ke

Happy Birthday BPK PT

Happy Birthday BPK PT

Susunan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah Periode 2010 - 2012

Pemilihan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah yang dilakukan hari Minggu 7 NOvember 2010 pukul 13.00 mendapatkan hasil sebagai berikut :

KETUA : Kak Reco
SEKRETARIS : Kak Nila
BENDAHARA : Kak Tyas

Untuk sie pendukung yang lain akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Selamat bertugas Kakak-kakak pengurus yang sudah terpilih.
Selalu berkarya untuk meningkatkan persekutuan dan untuk kemuliaan TUhan.

Tuhan Yesus memberkati

Rabu, 23 Desember 2009

Rabu, 23 December 2009 Raja di Tengah Kita


Raja di Tengah Kita


Baca: Ibrani 2:5-18
Ayat Mas: Ibrani 2:14
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Yohanes; 3 Yohanes; Yudas


Spanyol adalah sebuah kerajaan monarki yang secara teritorial terus terjaga berabad-abad. Terdiri dari 50 provinsi, dan didiami oleh sekitar 43 juta rakyat. Sejak 1975, Raja Juan Carlos didampingi Ratu Sofia, telah menjadi pemimpin yang dekat di hati rakyat. Betapa tidak? Ia selalu berusaha menaruh perhatian pada seluruh warga Spanyol. Ia memberi penghargaan buat seorang pelukis Spanyol yang telah menetap di Bali dan menjadi WNI. Ia menghadiri misa pemakaman 41 orang yang tewas karena kecelakaan di Valencia. Ia bahkan menonton Grand Prix F1 di Catalunya, dan di situ sang pembalap Spanyol, Fernando Alonso, menjadi juaranya. Sang raja lebih memilih bertakhta di hati rakyat, ketimbang di singgasananya.
Ketika Raja Spanyol meletakkan segala keengganan dan arogansinya untuk menghampiri rakyat, rakyat pun mengenal rajanya. Demikian pula ketika Sang Raja di atas segala raja menghampiri manusia ciptaan-Nya. Terlalu besar kedahsyatan-Nya untuk dikenal oleh umat-Nya yang berpengertian kecil. Maka, Dia memilih untuk "menjadi sama dengan mereka dan mendapat bagian dalam keadaan mereka" (ayat 14). Dia rela "untuk waktu yang singkat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat" (ayat 7,9) agar manusia mengenal-Nya. Dan supaya dari pengenalan itu, manusia berketetapan mengikuti-Nya dan selamat, seperti yang dikehendaki-Nya (ayat 15-17).


Raja kita sudah meninggalkan takhta. Dia ada di antara kita. Dia mau tinggal bersama, agar hidup kita menjadi berarti. Mari terus sadari keberadaan-Nya di antara kita senantiasa. Jika Dia di tengah kita, bagaimanakah kita hendak memperlakukan hidup ini?
Melampaui segala batasan tempat dan saat, Dia selalu ada dekat

Pengurus dan Pelayan BPK Persekutuan Teruna mengucapkan Selamat Natal buat adik-adik Teruna GPIB Anugerah.
Biarlah damai dan berkat Natal menyertai kita semua
Tuhan Yesus memberkati

Selasa, 22 Desember 2009

Selasa, 22 December 2009 Rumah yang Bersih


Rumah yang Bersih

Bacaan hari ini: 2 Raja-raja 4:1-7
Ayat mas hari ini: Amsal 22:6
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Yohanes 1-2

Suatu kali saya menemukan kutipan indah berikut, “Andai rumah saya sangat bersih dan segala sesuatu tertata rapi, tetapi tak ada kasih di situ, maka saya adalah seorang pembantu, bukan ibu. Andai saya punya waktu untuk mengelap, mengepel, mendekorasi rumah dan seisinya, tetapi tak punya waktu untuk menunjukkan kasih, maka anak-anak hanya belajar tentang kebersihan, bukan kesalehan. Dulu saya pikir keberhasilan seorang ibu dilihat dari bagaimana ia menata rumah. Namun, kini saya tahu bahwa ukurannya adalah pada bagaimana anak-anak belajar tentang kasih.”Semasa Elisa melayani, seorang janda meminta pertolongan kepadanya. Ia janda dari seorang nabi Allah, yang telah dibunuh kejam oleh Izebel. Ketika itu sangat sulit bagi seorang janda untuk mencari nafkah. Dan kini ia terdesak; terjerat utang yang besar (ayat 1). Namun, ia tak berbalik setia. Apalagi ia memiliki anak-anak. Ia ingin anak-anaknya melihat dan mengalami bahwa Allah mereka patut diandalkan. Maka, ia mencari Elisa sang hamba Allah. Ia dan anak-anaknya pun mendapatkan mukjizat. Dan itu menyelamatkan serta mengajarkan kebenaran penting pada anak-anaknya (ayat 5-7). Bertumbuhnya seorang pribadi selalu ditopang oleh kehadiran dan dukungan seorang ibu, atau seorang lain yang berperan sebagai ibu baginya. Bagaimana berkata-kata, mengampuni sesama, berbagi serta menunjukkan kasih, juga memercayai Tuhan, kebanyakan dipelajari orang dari ibu. Maka, kiranya perhatian ibu bukan mengatur urusan rumah jasmani saja. Yang jauh lebih penting adalah menata fondasi hidup seorang anak, yang kelak bisa mengubah dunia dengan cara yang menyenangkan Allah.
Rumah bersih tak menjamin hati seketika bersih. Namun ibu penuh kasih terus membentuk hidup penuh kasih
Penulis: Agustina Wijayani

http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2009-12-22

Senin, 21 Desember 2009

Senin, 21 December 2009



Satu-satunya Jalan


Bacaan hari ini: Yohanes 14:1-7

Ayat mas hari ini: Yohanes 14:6

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Timotius 1-4

Seorang guru Sekolah Minggu memegang dua balon di tangannya, dan meminta anak-anak menebak balon mana yang akan terbang ke atas. Ia lalu melepaskan balon itu. Yang satu langsung membubung ke langit, yang lain melayang sebentar lalu turun ke lantai. "Dari luar, kedua balon itu tampak sama. Yang membedakan adalah isinya. Yang satu berisi udara biasa, yang lain berisi gas helium," jelasnya. "Begitu juga dengan jalan ke surga. Tuhan tidak memandang penampilan luar kita. Tidak ada seorang pun yang bisa pergi ke surga karena kemampuan dan kebaikannya sendiri. Yang menentukan adalah apa yang mengisi kita. Apakah kita diisi oleh perkara-perkara dari dunia ini, atau kita diisi oleh Penyelamat dari surga yang hidup dan menghidupkan: Tuhan Yesus Kristus?"
Firman Tuhan telah memberikan jawaban yang gamblang atas pertanyaan yang sangat penting dan mendasar bagi manusia: Bagaimana kita dapat mengenal jalan menuju Allah? Tuhan Yesus Kristus menjawab secara tegas bahwa Dialah satu-satunya Jalan untuk datang kepada Bapa. Dialah satu-satunya Pengantara antara Allah dan manusia karena hanya Dia yang sepenuhnya Allah dan sepenuhnya manusia. Dialah Penyelamat yang rohani dan yang kekal, yang sanggup membawa kita kembali ke rumah Bapa.
Dengan apakah kita mengisi kehidupan kita? Moralitas, etika, nilai-nilai dari dunia ini, yang bagaimanapun luhurnya tidak akan dapat mengantarkan kita kembali kepada Allah? Atau, dengan anugerah Allah di dalam Kristus Yesus? Kita dapat memutuskan pada hari ini jalan mana yang akan kita tempuh.

Jalan menuju ke surga tidak dapat dibuka dari dunia. Harus ada utusan dari surga yang merintis jalan bagi kita


Penulis: Arie Saptaji


Jumat, 04 Desember 2009

IMPT 6 Desember 2009

Selamat pagi semua, Salam Sejahtera dalam Tuhan Yesus Kristus. Materi untuk IMPT Minggu ini.



































Tuhan Yesus memberkati