Home

Anda pengunjung ke

Happy Birthday BPK PT

Happy Birthday BPK PT

Susunan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah Periode 2010 - 2012

Pemilihan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah yang dilakukan hari Minggu 7 NOvember 2010 pukul 13.00 mendapatkan hasil sebagai berikut :

KETUA : Kak Reco
SEKRETARIS : Kak Nila
BENDAHARA : Kak Tyas

Untuk sie pendukung yang lain akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Selamat bertugas Kakak-kakak pengurus yang sudah terpilih.
Selalu berkarya untuk meningkatkan persekutuan dan untuk kemuliaan TUhan.

Tuhan Yesus memberkati

Kamis, 18 Februari 2010

Kamis, 18 February 2010 Tidak Ambil Pusing

Tidak Ambil Pusing
Bacaan hari ini: 2 Samuel 16:5-14

Ayat mas hari ini: 2 Samuel 16:12

Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 23-24; Markus 1:1-22

Dalam bukunya Don’t Sweat the Small Stuff (Jangan memusingkan hal-hal sepele), Richard Carlson menulis, “Dalam hidup kita setiap hari, banyak hal kecil terjadi—kendaraan kita disalip dengan sembrono, dikritik secara tidak fair, kita memikul lebih banyak tugas dari yang lain, dan sebagainya—semua itu akan membebani hati dan pikiran kita, apabila kita tidak belajar untuk tidak memusingkan hal-hal kecil tersebut.”

Suatu kali, dalam masa pelarian dari kejaran Absalom, anaknya yang memberontak, tanpa diduga-duga Daud mendapat cercaan pedas dari Simei, salah seorang kerabat Saul. Begitu pedas dan tajam cercaan itu sampai-sampai Abisai, salah seorang pengawalnya, panas hati dan berkata, “Mengapa anjing mati ini mengutuki tuanku raja? Izinkanlah aku menyeberang dan memenggal kepalanya” (ayat 9). Akan tetapi, Daud tidak mau ambil pusing. Ia menegur Abisai dan kemudian melanjutkan perjalanan.

Mungkin sekarang ini kita pun tengah mengalami situasi tidak menyenangkan akibat sikap atau perilaku buruk orang-orang di sekitar kita; entah itu kelakuan rekan sekerja yang tidak pada tempatnya, sikap tetangga yang tidak bersahabat, atau gosip-gosip tidak benar yang disebarkan para pendengki. Daripada kita terus memikirkan dan memasukkannya ke dalam hati, malah bikin susah sendiri, lebih baik kita tidak ambil pusing. Sayang waktu dan tenaga kita. Apalagi kita juga jadi tidak bisa menikmati hidup ini. Serahkan saja semuanya itu kepada Tuhan. Biarkan Tuhan yang menjadi “hakim”. Seperti kata Daud, siapa tahu hal-hal itu justru Tuhan pakai sebagai sarana untuk mencurahkan kebaikan-Nya kepada kita (ayat 12).

KADANG TIDAK AMBIL PUSING DENGAN KELAKUAN BURUK ORANG LAIN ITU PERLU


http://www.renunganharian.net/utama.php?tanggalnya=2010-02-18

Kamis, 11 Februari 2010

Kamis, 11 February 2010 Pengaruh LIngkungan

Pengaruh Lingkungan


Baca: 1 Raja-Raja 12:1-15

Ayat Mas: 1 Raja-Raja 12:8

Bacaan Alkitab Setahun: Efesus 1-3

Atta adalah seorang arsitek dari Mesir yang sangat cerdas. Karena kecerdasannya ini, ia dapat melanjutkan pendidikan di Jerman dan kemudian bekerja di sana. Namun dalam perkembangannya, ia bergabung ke dalam suatu kelompok kepercayaan garis keras. Di situ ia berubah dari seorang arsitek yang penuh potensi menjadi orang yang ekstrem dan bahkan kemudian menjadi salah seorang dalang dari tragedi 11 Septem-ber 2001 di Amerika Serikat.Sebagai makhluk sosial, lingkungan di mana kita berada pasti akan memengaruhi kita. Seperti yang terjadi pada Atta, dan juga pada Rehabeam.

Saat itu, Rehabeam harus menanggapi rakyatnya yang meminta keringanan atas pekerjaan yang diberikan oleh pendahulunya (ayat 4). Sebenarnya, Rehabeam bisa mendapat nasihat bijak dari para tua-tua yang dulu mendampingi ayahnya, Salomo (ayat 6,7), yakni untuk memberi tanggapan baik supaya rakyat itu menjadi hamba-hambanya yang setia. Namun sayang, Rehabeam dikelilingi oleh teman-teman yang tidak bijaksana, dan ia terpengaruh untuk mengikuti nasihat mereka yang buruk. Karena itulah Rehabeam tercatat sebagai orang yang mengakibatkan kerajaan Israel terpecah.

Siapa saja teman-teman terdekat kita dan sejauh mana mereka memengaruhi kita? Apakah mereka membawa kita lebih dekat dengan Tuhan? Jika ya, mari kita terus menjaga persekutuan dengan mereka agar kita semakin bertumbuh. Namun jika sebaliknya, malah memberi pengaruh buruk atas kita, jangan sungkan keluar dan men-cari lingkungan pergaulan yang sehat yang bisa mendorong kita untuk hidup sesuai identitas kita sebagai umat-Nya

Perilaku dan cara pandang kita sangat dipengaruhi oleh perilaku dan cara pandang orang-orang terdekat kita

Penulis: Alison Subiantoro

http://www.renunganharian.net/lihatrenungan.php?judul=Pengaruh%20Lingkungan&nama=

Rabu, 10 Februari 2010

Rabu, 10 February 2010 Semangat Persahabatan

Semangat Persahabatan

Bacaan hari ini: 2 Samuel 17:27-29
Ayat mas hari ini: Amsal 17:17
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 8-10; Matius 25:31-46
Maggie Hamilton, seorang murid Sekolah Dasar di Michigan, Amerika Serikat, menulis surat ini: “Hai, semoga keluarga dan teman-temanmu baik-baik saja. Di gereja, saya berdoa untukmu dan negaramu. Di sekolah, kami mengumpulkan dana untuk negaramu. Maka, kami membuat gelang tsunami. Saya membuat satu untukmu. Semoga kamu menyukainya. Saya akan terus berdoa untukmu dan negaramu di gereja.”

Dan, Nada Lutfiyyah, anak sebatang kara yang kehilangan orangtua, kakak, dan adiknya dalam peristiwa tsunami di Aceh, membalas surat itu, “Sahabatku, namaku Nada Lutfiyyah. Saya sangat senang dan terharu menerima suratmu. Saya kehilangan seluruh keluarga saya dan sekarang tinggal bersama sepupu saya. Saya senang atas perhatianmu. Semoga saya segera menerima gelang pemberianmu karena saya ingin mengenakannya di tangan ini untuk mengingatkan diri sendiri, bahwa saya sekarang memiliki seorang sahabat.” Dua sahabat itu bertemu di Istana Negara pada perayaan HUT kemerdekaan Indonesia ke-63, atas undangan Presiden SBY.

Maggie dan Nada mengajarkan satu hal, bahwa persahabatan melewati batas-batas jarak, suku, status, warna kulit, dan agama. Kuncinya adalah ketulusan untuk saling memberi serta keterbukaan untuk saling menerima. Hal serupa kita baca dalam 2 Samuel 17:27-29. Daud tengah terlunta-lunta karena melarikan diri dari Absalom, anaknya yang memberontak. Saat pasukannya kelelahan, beberapa orang dari bangsa lain; Sobi bin Nahas, Makhir bin Amiel, dan Barzilai, mengulurkan tangan memberi bantuan. Alangkah baiknya jika kita pun memiliki semangat persahabatan seperti itu.

KETULUSAN DAN KETERBUKAAN ADALAH KUNCI PERSAHABATAN

Selasa, 09 Februari 2010

Selasa, 9 February 2010 Iman Yang Mahal

Iman yang Mahal


Baca: 1 Petrus 1:3-9

Ayat Mas: 1 Petrus 1:6

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 27-28; Matius 21:1-22

Pollicarpus adalah uskup kota Smirna (sekarang daerah Izmir, Turki. Kota ini juga disebut dalam Wahyu 2:8-11). Ketika itu sedang terjadi penganiayaan besar-besaran terhadap orang kristiani. Mereka dikejar hendak dibunuh kalau tidak mau mengakui kaisar sebagai Tuhan. Pollicar­pus juga ditangkap. Sebenarnya, ia punya kesempatan untuk melarikan diri, tetapi ia memilih bertahan. Kepadanya lalu diberikan pilihan: mengakui Kaisar sebagai Tuhan atau dibakar hidup-hidup? Jawab Pollicarpus, “Selama 88 tahun aku melayani Dia, tidak sekali pun Yesus mengecewakan aku. Bagaimana mungkin sekarang aku menghujat Rajaku yang telah menyelamatkan aku?” Ia akhirnya mati. Namun, ucapan Pollicarpus di ujung usianya itu menjadi sangat terkenal, dan menggambarkan seseorang yang bersedia mati demi mempertahankan kesetiaan pada imannya.

Iman, seperti juga cinta, teruji pada saat yang sulit. Semakin mahal “harga” yang harus dibayar untuk iman kita, maka semakin cemerlanglah “kilau” yang ditampakkannya. Kesaksian hidup Pollicarpus di atas menunjukkan hal itu. Sangat menggugah hati. Sejalan dengan yang dinasihatkan Petrus kepada jemaatnya yang tengah menanggung rupa-rupa pencobaan. “Maksud semuanya itu ialah untuk membuktikan kemurnian imanmu—, yang jauh lebih tinggi nilainya daripada emas yang fana, yang diuji kemurniannya dengan api” (ayat 7).

Apakah saat ini iman Anda tengah mengalami tantangan dan tentangan berbagai kesulitan? Jangan kecil hati. Lihatlah itu sebagai kesempatan untuk “naik kelas”. Berjalan terus dalam iman. Apabila semua itu berlalu, dan Anda keluar sebagai pemenang, sungguh alangkah indahnya, bukan?

KALAU KITA TIDAK PERNAH MENGALAMI ”UJIAN”, KITA TIDAK AKAN PERNAH ”NAIK KELAS”

http://www.renunganharian.net/lihatrenungan.php?judul=Iman

Senin, 08 Februari 2010

Senin, 8 February 2010 Hati yang Tulus

Hati yang Tulus
Baca: Kisah Para Rasul 1:15-26


Ayat Mas: Mazmur 97:11
Bacaan Alkitab Setahun: Imamat 4-5; Matius 24:29-51

Wajahnya lugu. Sederhana. Tutur katanya simpatik. ”Soal gaji sih terserah saja. Saya terima. Yang penting bisa kerja membantu Tuan dan Nyonya,” ujar Yati. Sang majikan terkesan. Yati diterima menjadi pembantu rumah tangga. Ia dipercaya. Kunci-kunci rumah dipegangnya. Dua bulan kemudian, majikannya sangat kaget ketika tiba di rumah. Semua barang berharga mereka habis terkuras. Yati lenyap. Rupanya ia adalah anggota sindikat perampok yang beraksi dengan bepura-pura menjadi pembantu. Wajahnya tulus, namun hatinya bulus!

Sulit mencari orang berhati tulus. Langka, tetapi sangat berharga. Waktu mencari pengganti Yudas, para murid tidak mencari orang hebat. Belajar dari pengkhianatan Yudas, mereka sadar bahwa faktor terpenting yang harus ada dalam diri seorang murid adalah ketulusan hati. Namun siapa yang bisa mengenal isi hati? Tuhan! Mereka pun lantas berdoa: “Ya Tuhan, Engkaulah yang mengenal hati semua orang, tunjukkanlah kiranya siapa yang Engkau pilih” (ayat 24). Soal hati itu perkara penting. Percuma menjadi orang berprestasi apabila tanpa ketulusan hati. Akhirnya, Tuhan memilih Matias, tokoh yang tidak terkenal. Namanya tak pernah muncul dalam kitab Injil maupun surat Rasuli. Ia bekerja dibalik layar. Namun, ketulusan hatinya membuat Tuhan berkenan.

Orang yang tulus hati membuat rencana tanpa intrik. Berbicara tanpa melebih-lebihkan. Memberi bantuan tanpa pamrih. Menampilkan diri apa adanya tanpa berusaha terlihat suci. Ia benci kemunafikan dan kepalsuan. Seperti itukah Anda? Apakah Anda dikenal sebagai orang yang tulus hati?

Tanpa hati yang diwarnai ketulusan, Anda tidak bisa membuat Allah terkesan


Penulis: Juswantori Ichwan


http://www.renunganharian.net/lihatrenungan.php?judul=Hati%20yang%20Tulus&nama=