Home

Anda pengunjung ke

Happy Birthday BPK PT

Happy Birthday BPK PT

Susunan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah Periode 2010 - 2012

Pemilihan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah yang dilakukan hari Minggu 7 NOvember 2010 pukul 13.00 mendapatkan hasil sebagai berikut :

KETUA : Kak Reco
SEKRETARIS : Kak Nila
BENDAHARA : Kak Tyas

Untuk sie pendukung yang lain akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Selamat bertugas Kakak-kakak pengurus yang sudah terpilih.
Selalu berkarya untuk meningkatkan persekutuan dan untuk kemuliaan TUhan.

Tuhan Yesus memberkati

Kamis, 28 Oktober 2010

Biografi Romo Mangun

Yusuf Bilyarta Mangunwijaya, Pr. (lahir di Ambarawa, Kabupaten Semarang, 6 Mei 1929 – meninggal di Jakarta, 10 Februari 1999 pada umur 69 tahun), dikenal sebagai rohaniwan, budayawan, arsitek, penulis, aktivis dan pembela wong cilik (bahasa Jawa untuk "rakyat kecil"). Dia juga dikenal dengan panggilan populernya, Rama Mangun (atau dibaca "Romo Mangun" dalam bahasa Jawa).

Romo Mangun adalah anak sulung dari 12 bersaudara pasangan suami istri Yulianus Sumadi dan Serafin Kamdaniyah.

Sabtu, 6 November 2010 Tanda Istirahat

Tanda Istirahat
Baca: Keluaran 20:1-17

Ayat Mas: Mazmur 127:2
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 37-39; Ibrani 3

Di dalam musik, ada macam-macam tanda istirahat; tiga ketuk, dua ketuk, satu ketuk, setengah ketuk, seperempat ketuk, dan sebagainya. Ketika dulu saya belajar piano, yang paling sering saya abaikan adalah tanda istirahat. “Ah, kenapa hanya disuruh diam, apa pentingnya?” Guru saya menegur dan mengatakan, “Tanda istirahat juga bagian dari sebuah lagu. Tanpa tanda istirahat, lagu yang dimainkan tidak akan enak didengar.” Saya pun sadar, tanpa tanda istirahat para penyanyi akan kehabisan napas, para pemusik kewalahan, dan pendengar tidak dapat menikmati lagu yang indah.

Jumat, 5 November 2010 Beban yang Enak

Beban yang Enak
Baca: Matius 11:28-30

Ayat Mas: Matius 11:29,30
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 34-36; Ibrani 2

Sejak kematian suaminya, hari-hari Bu Ratna terasa hampa. Beban kesedihan dan kekhawatiran menekannya. Suatu hari Pendeta menawarinya ikut tim pelayanan kedukaan. “Mana bisa, Pak? Saya sendiri masih berduka,” keluhnya. Karena terus didorong, akhirnya ia mau bergabung. Lewat pelayanan itu, Bu Ratna menemui banyak orang yang berduka. Ketika berusaha menghibur mereka, dirinya pun terhibur. Beban pelayanan pun tumbuh, menggantikan beban kesedihannya.

Kamis, 4 NOvember 2010 Jika Kamu Percaya

Jika Kamu Percaya
Baca: Yohanes 11:29-45

Ayat Mas: Yohanes 11:40
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 32-33; Ibrani 1

Ketika ibu saya sakit, saya sangat ingin Tuhan menyembuhkannya lewat mukjizat, sehingga tak perlu operasi. Namun, saya harus menerima kenyataan yang berbeda. Ibu saya harus dioperasi dan menjalani kemoterapi. Iman saya harus berhadapan dengan ujian untuk tetap teguh percaya walau jalan yang ditempuh tampak berbeda. Akan tetapi, mukjizat itu tetap ada. Iman orangtua saya—yang saat itu baru mengenal Tuhan—tetap teguh bertahan menghadapi semua proses tersebut. Bahkan, mereka mengakui kebesaran dan kebaikan Tuhan lewat peristiwa ini. Ibu saya pun sembuh dari sakit. Sampai akhirnya, kedua orangtua saya justru dibaptis setelah pengalaman tersebut, bahkan juga nenek dan bibi saya.

Rabu, 3 November 2010 Misionaris Domestik

Misionaris Domestik
Baca: Roma 10:8-14

Ayat Mas: Roma 10:14
Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 30-31; Filemon

Penduduk Indonesia saat ini sudah melewati angka 230 juta jiwa. Seiring dengan itu, jumlah misionaris yang melayani di Indonesia juga bertambah. Mengapa? Sebab hati mereka gelisah melihat begitu banyaknya jiwa di Indonesia belum mendengar kabar baik tentang Kristus—yang menyelamatkan manusia yang tak berdaya menyelamatkan dirinya sendiri. Saking besarnya keinginan mereka untuk menyampaikan Injil, para misionaris rela bersusah-susah belajar bahasa Indonesia, memahami dan beradaptasi dengan budaya dan tradisi yang kental, bahkan harus hidup bersama suku-suku tertentu dalam waktu yang tidak singkat. Satu tujuan besar yang melandasi tekad mereka: agar semua mendengar Injil.