Home

Anda pengunjung ke

Happy Birthday BPK PT

Happy Birthday BPK PT

Susunan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah Periode 2010 - 2012

Pemilihan Pengurus BPK Persekutuan Teruna GPIB Anugerah yang dilakukan hari Minggu 7 NOvember 2010 pukul 13.00 mendapatkan hasil sebagai berikut :

KETUA : Kak Reco
SEKRETARIS : Kak Nila
BENDAHARA : Kak Tyas

Untuk sie pendukung yang lain akan dikoordinasikan lebih lanjut.

Selamat bertugas Kakak-kakak pengurus yang sudah terpilih.
Selalu berkarya untuk meningkatkan persekutuan dan untuk kemuliaan TUhan.

Tuhan Yesus memberkati

Tampilkan postingan dengan label Materi SBT. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Materi SBT. Tampilkan semua postingan

Kamis, 21 Oktober 2010

IMPT, 17 Oktober 2010 Satu tubuh banyak anggota

Pembacaan Firman Tuhan Minggu ini terambil dari :
I Korintus 12 : 14- 31
http://sabdaweb.sabda.org/passages/?p=I+Korintus+12+%3A+14-31
12:14 Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota.
12:15 Andaikata kaki berkata: "Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?
12:16 Dan andaikata telinga berkata: "Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh", jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh?

Senin, 27 September 2010

IMPT, 26 September 2010

Syalom PTerz.
Selamat beraktifitas hari ini.

Ibadah Minggu Persekutuan Teruna tanggal 26 September 2010.
Ada 2 perikop  Bacaan,  disiapkan ya..
  1. Matius 10 : 32 - 40
  2. Matius 22 : 36 - 40
10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga.
10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."
10:34 "Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.
10:35 Sebab Aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari ibu mertuanya,
10:36 dan musuh orang ialah orang-orang seisi rumahnya.
10:37 Barangsiapa mengasihi bapa atau ibunya lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku; dan barangsiapa mengasihi anaknya laki-laki atau perempuan lebih dari pada-Ku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:38 Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku.
10:39 Barangsiapa mempertahankan nyawanya, ia akan kehilangan nyawanya, dan barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.
10:40 Barangsiapa menyambut kamu, ia menyambut Aku, dan barangsiapa menyambut Aku, ia menyambut Dia yang mengutus Aku.

22:36 "Guru, hukum manakah yang terutama dalam hukum Taurat?"
22:37 Jawab Yesus kepadanya: "Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu.
22:38 Itulah hukum yang terutama dan yang pertama.
22:39 Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.
22:40 Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi."

Ada ilustrasi  untuk membantu kita memahami tentang  rangkaian ayat-ayat diatas  yang kita pelajari .
 
TIAP KELUARGA ADA SALIBNYA

Tuhan Yesus menyuruh mereka yang hendak mengikut Dia untuk memikul salib. Salib siapa yang perlu kita pikul? Banyak orang mengira itu adalah salib Kristus. Padahal bukan itu yang dimaksudkan. Tuhan Yesus berkata, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Lukas 9:23). Di sini bukan tertulis “salib-Ku” melainkan “salibnya”. Salib yang perlu kita pikul bukanlah salib Kristus, melainkan salib kita sendiri.

Senin, 23 Agustus 2010

IMPT, 22 Agustus 2010 Peraturan ibadah, di sekolah, dan di rumah

Shallom  Adik layan  Pterz..
Janga Lupa  berdoa, agar apa yang kita pelajari dan kita pahami dengan penyertaan ROH KUDUS.

IMPT 22 Agustus 2010, berbicara tentang  Peraturan yang ada  dalam ibadah.
Pembacaan Firman Tuhan terambil dari 2 Tawarikh 35 : 11 -16

35:11 Maka disembelihlah domba Paskah, dan para imam menyiramkan darah yang mereka terima dari orang-orang Lewi, sedang orang-orang Lewi menguliti domba itu.
35:12 Tetapi mereka memisahkan korban bakaran untuk diserahkan kepada kaum awam menurut golongan puak mereka, supaya dipersembahkan kepada TUHAN sebagaimana tertulis dalam kitab Musa. Demikian pula dilakukan mereka dengan lembu-lembu.
35:13 Kemudian mereka memasak domba Paskah di atas api sesuai dengan peraturan, sedang persembahan-persembahan kudus mereka masak dalam kuali, belanga dan pinggan, lalu membawanya cepat-cepat kepada segenap kaum awam.

Kamis, 19 Agustus 2010

IMPT, 15 Agustus 2010 Segala Sesuatu Ada Waktunya

Syallom  PT-erz GPIB Anugerah..
Sebelum memulai merenungkan dan mempelajari  Firman Tuhan, jangan lupa berdoa.

Pembacaan FT  terambil dari Pengkotbah 3 : 1 - 11
3:1 Untuk segala sesuatu ada masanya, untuk apapun di bawah langit ada waktunya.

3:2 Ada waktu untuk lahir, ada waktu untuk meninggal, ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam;
3:3 ada waktu untuk membunuh, ada waktu untuk menyembuhkan; ada waktu untuk merombak, ada waktu untuk membangun;
3:4 ada waktu untuk menangis, ada waktu untuk tertawa; ada waktu untuk meratap; ada waktu untuk menari;
3:5 ada waktu untuk membuang batu, ada waktu untuk mengumpulkan batu; ada waktu untuk memeluk, ada waktu untuk menahan diri dari memeluk;
3:6 ada waktu untuk mencari, ada waktu untuk membiarkan rugi; ada waktu untuk menyimpan, ada waktu untuk membuang;

Selasa, 10 Agustus 2010

IMPT, 8 Agustus 2010. Identitas diri

Pembacaan FT  diambil dari Keluaran 28 : 1-43

Pakaian Imam Besar.


Salah satu kehormatan yang memisahkan imam besar dengan imam yang biasa adalah pemercikan pakaiannya dengan minyak urapan (Kel. 28:41: 29:21). Ketika imam besar itu meninggal dunia, pakaiannya diserahkan kepada penggantinya.

Pakaian imam besar terdiri atas tujuh bagian - baju efod, gamis, tutup dada, kemeja bersulam, serban, ikat pinggang, dan celana (Kel. 28:4, 42).

Selasa, 03 Agustus 2010

IMPT, 1 Agustus 2010, Pelestarian Binatang Langka


Pembacaan  Firman Tuhan  terambil  dari Kejadian 6 : 19- 20
Dan dari segala yang hidup, dari segala makhluk, dari semuanya haruslah engkau bawa satu pasang ke dalam bahtera itu, supaya terpelihara hidupnya bersama-sama dengan engkau; jantan dan betina harus kaubawa. 20Dari segala jenis burung dan dari segala jenis hewan, dari segala jenis binatang melata di muka bumi, dari semuanya itu harus datang satu pasang kepadamu, supaya terpelihara hidupnya


Setelah kita mempelajari tentang BUrung dan ikan, ternyata berlanjut lagi kita  belajar tentang Binatang Langka.
Apa sih  binatang langka itu?
Kenapa disebut binatang langka?

Binatang Langka  adalah binatang yang jumlahnya sangat sedikit atau sangat jarang, dengan populasi yang cepat menurut dibawah 10.000 ekor.
Kenapa  bisa menjadi  langka, kerena perkembangbiakannya yang sangat lambat, pengaruh manusia dan habitatnya  yang sudah tidak mendukung mereka  untuk beradaptasi dan berkembang biak.

Contoh binatang  langka adalah sbb :

  1. Orang utan (atau orangutan, nama lainnya adalah mawas) adalah sejenis kera besar dengan lengan panjang dan berbulu kemerahan atau cokelat, yang hidup di hutan tropika Indonesia dan Malaysia, khususnya di Pulau Kalimantan dan Sumatera. Orangutan betina biasanya melahirkan pada usia 7-10 tahun dengan lama kandungan berkisar antara 8,5 hingga 9 bulan; hampir sama dengan manusia. Jumlah bayi yang dilahirkan seorang betina biasanya hanya satu. Bayi orangutan dapat hidup mandiri pada usia 6-7 tahun. Kebergantungan orangutan pada induknya merupakan yang terlama dari semua hewan, karena ada banyak hal yang harus dipelajari untuk bisa bertahan hidup, mereka biasanya dipelihara hingga berusia 6 tahun.

Senin, 26 Juli 2010

IMPT, 25 Juli 2010 Mahakarya CiptaanNya yaitu Ikan

Pembacaan Alkitab masih dari Kejadian 9 : 2
Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

Syallom PTerz...
Setelah minggu lalu kita belajar tentang burung, sekarang kita  akan bersama-sama belajar tentang ikan.
Ikan adalah anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin)[1] yang hidup di air dan bernapas dengan insang. Ikan merupakan kelompok vertebrata yang paling beraneka ragam dengan jumlah spesies lebih dari 27,000 di seluruh dunia. Secara taksonomi, ikan tergolong kelompok paraphyletic yang hubungan kekerabatannya masih diperdebatkan; biasanya ikan dibagi menjadi ikan tanpa rahang (kelas Agnatha, 75 spesies termasuk lamprey dan ikan hag), ikan bertulang rawan (kelas Chondrichthyes, 800 spesies termasuk hiu dan pari), dan sisanya tergolong ikan bertulang keras (kelas Osteichthyes). Ikan dalam berbagai bahasa daerah disebut iwak (jv, bjn), jukut (vkt).

Senin, 19 Juli 2010

IMPT, 18 Juli 2010 Mengucap Syukur atas Burung yang sudah diciptakanNya

Pembacaan Firman Dari  Kejadian 9: 2

Akan takut dan akan gentar kepadamu segala binatang di bumi dan segala burung di udara, segala yang bergerak di muka bumi dan segala ikan di laut; ke dalam tanganmulah semuanya itu diserahkan.

Setelah belajar tentang Penciptaan minggu lalu,  kita ingat bahwa  pada hari yang kelima Tuhan menciptakan : (Kej1: 20-23)
1:20Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk yang hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala."

1:21 Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut yang besar dan segala jenis makhluk hidup yang bergerak, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.
1:22 Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak."
1:23 Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima.

Apa  yang kita ketahui  tentang Burung.
Menurut Wikipedia.org

Burung adalah anggota kelompok hewan bertulang belakang (vertebrata) yang memiliki bulu dan sayap. Fosil tertua burung ditemukan di Jerman dan dikenal sebagai Archaeopteryx.
Burung masa kini telah berkembang sedemikian rupa sehingga terspesialisasi untuk terbang jauh, dengan perkecualian pada beberapa jenis yang primitif. Bulu-bulunya, terutama di sayap, telah tumbuh semakin lebar, ringan, kuat dan bersusun rapat. Bulu-bulu ini juga bersusun demikian rupa sehingga mampu menolak air, dan memelihara tubuh burung tetap hangat di tengah udara dingin. Tulang belulangnya menjadi semakin ringan karena adanya rongga-rongga udara di dalamnya, namun tetap kuat menopang tubuh. Tulang dadanya tumbuh membesar dan memipih, sebagai tempat perlekatan otot-otot terbang yang kuat. Gigi-giginya menghilang, digantikan oleh paruh ringan dari zat tanduk.


Kesemuanya itu menjadikan burung menjadi lebih mudah dan lebih pandai terbang, dan mampu mengunjungi berbagai macam habitat di muka bumi. Ratusan jenis burung dapat ditemukan di hutan-hutan tropis, mereka menghuni hutan-hutan ini dari tepi pantai hingga ke puncak-puncak pegunungan. Burung juga ditemukan di rawa-rawa, padang rumput, pesisir pantai, tengah lautan, gua-gua batu, perkotaan, dan wilayah kutub. Masing-masing jenis beradaptasi dengan lingkungan hidup dan makanan utamanya.

Kenapa Tuhan menciptakan burung, kenapa  banyak ragam yang diciptakan..??
Semuanya  mengajar kita  untuk bersyukur atau  keMahakaryaanNya yang begitu luar biasa.

Sebagai manusia  yang mendapatkan kekuasaan untuk menguasai bumi, ingat  bahwa kita juga diberi tanggung jawab mengelola dan memeliharanya.

Cintai Ciptaan Tuhan seperti Tuhan sudah terlebih dahulu mencintai kita.. Selalu  mengucap syukur atas  semua ciptaanNya yang sudag  kita nikmati..

TUhan Yesus memberkati


Jumat, 16 Juli 2010

IMPT, 13 JULI Penciptaan hari ke 5

Pembacaan ALkitab dari Kejadian 1 : 24-25


1:24 Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian.

1:25 Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

Setiap makluk  hidpu diciptakan  ada manfaat dalam dunia ini..
Mungkin buat manusia tidak berguna, tapi bagi keseimbangan alam  masih sangat diperlukan.
Masih ingat tentang rantai makanan..

Dari Gambar disamping, kita melihat ketergantungan subjek satu dengan lainnya  sangatlah erat.

Ingat.. tetap jaga seimbangan alam dengan menjaga alam sekitar kita tetap stabil.  Penanaman hutan kembali, penghijauan  di sekitar kita, pengelolaan limbah atau sampah yang baik, mengurangi penyebab Global Warming.

Satukan hati untuk semakin mendekatkan diri ke Tuhan dengan aksi menjaga  bumi ini.

Tuhan Yesus memberkati semua




Senin, 05 Juli 2010

IMPT, 24 Juni 2010 BELAJAR TELADAN YUSUF

Belajar dari kisah Yusuf

Hidup di dunia ini tidak mungkin terlepas dari gesekan dengan sesama. Gesekan itu kadang berkapasitas rendah, tetapi kadang berkapasitas tinggi.
Kapasitas yang rendah mungkin tidak terlalu mengusik kesabaran kita. Tetapi kapasitas yang tinggi kadang memancing emosi kita. Kesabaran kita habis dan ujung - ujungnya berakhir dengan pertengkaran.
Ketika kita bekerja, pasti kita akan menemui seseorang atau juga segerombolan orang yang kadang membuat kita jengkel. Kita diperhadapkan dengan masalah yang sebenarnya datang dari orang yang sama. Atau dengan kata lain datang dari orang yang itu - itu saja.
Kadang kita dimarahi bos karena orang itu atau juga karena segerombolan orang itu, yang sebenarnya bukan kesalahan kita. Kadang kita terpancing emosi. Dan akhirnya terjadi pertengkaran.

Adakalanya juga orang atau segerombolan orang itu seperti menyanjung kita ( mengangkat kita ke atas ). Tetapi sebenarnya itu adalah persiapan orang atau segerombolan orang itu untuk menjatuhkan kita ke dalam masalah yang lebih berat, setelah kita disanjung ( diangkat tinggi ). Akhirnya kita jatuh terhempas / dihempaskan.
Marilah kita belajar dari kisah yusuf dalam mengatasi masalah hidupnya yang disebabkan oleh orang atau segerombolan orang yang itu - itu saja, yang selalu membuat masalah dalam hidupnya.
1. Yusuf dibenci oleh saudara - saudaranya ( Kejadian 37 : 4 )
37:4 Setelah dilihat oleh saudara-saudaranya, bahwa ayahnya lebih mengasihi Yusuf dari semua saudaranya, maka bencilah mereka itu kepadanya dan tidak mau menyapanya dengan ramah.
2. Yusuf direncanakan oleh saudara - saudaranya untuk dibunuh ( Kejadian 37 : 18 )
37:18 Dari jauh ia telah kelihatan kepada mereka. Tetapi sebelum ia dekat pada mereka, mereka telah bermufakat mencari daya upaya untuk membunuhnya.
3.Yusuf di buang ke dalam sumur ( Kejadian 37 : 24 )
37:24 Dan mereka membawa dia dan melemparkan dia ke dalam sumur. Sumur itu kosong, tidak berair.

Sampai di sini kita melihat bahwa masalah yang dihadapi yusuf dihasilkan oleh orang - orang yang sama, yaitu saudara - saudaranya. Dan masalah itu meningkat dari yang berkapasitas rendah sampai dengan yang berkapasitas tinggi.
Dibenci, rencana untuk dibunuh sampai dengan dibuang ke dalam sumur.
Di dalam Kejadian 37 : 28, kita membaca
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.

Yusuf diangkat ke atas. Seolah - olah mereka menyelamatkan yusuf ( mengeluarkan yusuf dari masalah ). tetapi sebenarnya mereka sedang memberikan masalah yang lebih besar lagi kepada Yusuf, yaitu dijual dan di bawa ke Mesir.
Kejadian 37 : 28,
37:28 Ketika ada saudagar-saudagar Midian lewat, Yusuf diangkat ke atas dari dalam sumur itu, kemudian dijual kepada orang Ismael itu dengan harga dua puluh syikal perak. Lalu Yusuf dibawa mereka ke Mesir.
Tetapi Yusuf menjalani semua dengan sabar. Tidak ada emosi yang menyebabkan pertengkaran yang hebat. Kalau kita membaca lebih jauh kisah Yusuf di Mesir, kita akan mendapati Yusuf diperhadapkan dengan masalah - masalah yang sangat besar. Difitnah, masuk ke dalam penjara.

Tetapi akhir dari kesabarannya, benar - benar luar biasa. Yusuf menjadi orang nomor 2 di Mesir.
Karena itu saudaraku, apabila kita menghadapi masalah dari orang atau segerombolan orang yang itu - itu saja, belajarlah dari kisah Yusuf yang sabar menghadapi saudara - saudaranya. Renungkan siang dan malam. Dan biarkanlah kisah Yusuf menjadi rhema di dalam kehidupan kita. Amien.

GBU
http://www.sabdaspace.org/belajar_dari_kisah_yusuf

Selasa, 29 Juni 2010

IMPT, 20 Juni 2010 Kehidupan RUT

Materi pembacaan Firman :  RUT  2 : 1 - 23

LATAR BELAKANG

Rut digambarkan sebagai kitab tentang kesetiaan manusia. Penulisnya tidak diketahui. Kitab itu menunjuk pada masa Hakim-hakim dan memberikan gambaran mengenai kehidupan sehari-hari bangsa Israel pada waktu itu. Cerita itu sendiri hanya meliputi jangka waktu kira-kira sepuluh tahun.

Jumat, 09 April 2010

IMPT 14 MARET 2010 JANGAN KUATIR

Pembacaan Firman dari  Lukas 12 :22 - 34

Mengapa kita sebagai anak Tuhan tidak boleh kuatir?

1. Tuhan telah memberikan sesuatu yang paling berharga (Lukas 12: 23).
Bapa telah memberikan AnakNya yang Tunggal Yesus Kristus untuk menebus dosa kita semua. Tuhan Yesus telah mengalami penderitaan baik secara fisik maupun psikis untuk menggantikan penderitaan kita semua yang percaya padanya.

2. Kita berharga dimata Tuhan (Lukas 12: 24).
Sedemikian berharganya kita sampai-sampai Tuhan merelakan AnakNya yang tunggal untuk menebus kita. Kita semua masing-masing adalah unik dan berharga di mata Tuhan (Mazmur 139: 13-16). Tidak seseorang yang sama dengan orang lain, sampai-sampai sidik jari kitapun tidak ada yg menyamai bahkan dari sejak dunia ada, sekarang dan sampai selama-lamanya.

3. Kekuatiran tidak bisa mengubah hidup kita (Lukas 12: 25).
Kekuatiran tidak ada gunanya dan tidak menghasilkan apa-apa yang baik, bahkan kekuatiran dapat memberikan akibat buruk bagi kita. Banyak orang mengalami penderitaan karena kekuatiran, kekuatiran mengakibat orang strees, bahkan sampai ada yang sakit jiwa dan sakit jasmani.

4. Tuhan bertanggung jawab atas hidup kita (Lukas 12:29).
Pemeliharaan Tuhan ada pada hidup kita semua sebagai orang percaya. Sebagai anak-anaknya tidak akan dibiarkannya kita terlantar. Dialah yang akan mencukupi kita semua sesuai dengan kebutuhan kita masing-masing.

Oleh karena itu janganlah kita kuatir lagi atas segala permasalahan hidup kita. Marilah kita serahkan segala kekutiran kita sepenuhnya kepada Tuhan.

Tuhan Yesus memberkati.

IMPT, 7 Maret 2010 Pelayanan untuk pendamaian

Pelayanan untuk pendamaian


5:11 Kami tahu apa artinya takut akan Tuhan, d karena itu kami berusaha meyakinkan orang. Bagi Allah hati kami nyata dengan terang dan aku harap hati kami nyata juga demikian bagi pertimbangan e kamu. 5:12 Dengan ini kami tidak berusaha memuji-muji diri kami sekali lagi f kepada kamu, tetapi kami mau memberi kesempatan kepada kamu untuk memegahkan kami, g supaya kamu dapat menghadapi orang-orang yang bermegah karena hal-hal lahiriah dan bukan batiniah. 5:13 Sebab jika kami tidak menguasai diri, h hal itu adalah dalam pelayanan Allah, dan jika kami menguasai diri, hal itu adalah untuk kepentingan kamu. 5:14 Sebab kasih Kristus yang menguasai kami, karena kami telah mengerti, bahwa jika satu orang sudah mati untuk semua orang, maka mereka semua sudah mati. i 5:15 Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, j tetapi untuk Dia, yang telah mati k dan telah dibangkitkan untuk mereka. 5:16 Sebab itu kami tidak lagi menilai seorang jugapun menurut ukuran manusia. l Dan jika kami pernah menilai Kristus menurut ukuran manusia, sekarang kami tidak lagi menilai-Nya demikian. 5:17 Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, m ia adalah ciptaan baru 1 : n yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang. o 5:18 Dan semuanya ini dari Allah, p yang dengan perantaraan Kristus q telah mendamaikan kita dengan diri-Nya 2 dan yang telah mempercayakan pelayanan pendamaian itu kepada kami. 5:19 Sebab Allah mendamaikan dunia dengan diri-Nya oleh Kristus dengan tidak memperhitungkan pelanggaran mereka. r Ia telah mempercayakan berita pendamaian itu kepada kami. 5:20 Jadi kami ini adalah utusan-utusan s Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; t dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah. u 5:21 Dia yang tidak mengenal dosa v telah dibuat-Nya menjadi dosa 3 karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah
 

Senin, 01 Maret 2010

IMPT, 28 February 2010 Bertumbuh dalam Menghidupi Firman

Pembacaan Firman dari Kolose 3 : 12-17

12Karena itu, sebagai orang-orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. 13Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian. 14Dan di atas semuanya itu: kenakanlah kasih, sebagai pengikat yang mempersatukan dan menyempurnakan. 15Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah. 16Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. 17Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita.

Ketika kita berusaha untuk mengerti satu bagian dari surat Rasul secara khusus, alangkah baiknya kalau kita membaca surat tersebut secara keseluruhan terlebih dahulu. Dengan membaca secara keseluruhan, kita akan dapat menangkap maksud dari penulisan surat tersebut. Perlu diingat oleh setiap kita bahwa suatu surat bahkan suatu bagian Alkitab ditulis selalu dengan tujuan tertentu dan penulisnya ingin kita tahu tujuan penulisan tersebut. Untuk mengetahui tujuan penulisan Injil memang agak sulit bagi kita karena isinya panjang, sedangkan isi surat cukup pendek sehingga lebih mudah untuk mempelajari tujuan penulisannya. Kalau kita membaca secara keseluruhan dan lebih detail, kita akan lebih tepat mengenai sasarannya. Ada penulis yang secara eksplisit mengungkapkan tujuan penulisannya, contohnya : Injil Yohanes.
Mari kita mempelajari tujuan penulisan surat Kolose dan bagaimana kondisi jemaat di Kolose waktu surat tersebut ditulis.
  • Kolose 2:16 : Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat;
  • Kolose 2:18-19 : Janganlah kamu biarkan kemenanganmu digagalkan oleh orang yang pura-pura merendahkan diri dan beribadah kepada malaikat, serta berkanjang pada penglihatan-penglihatan dan tanpa alasan membesar-besarkan diri oleh pikirannya yang duniawi, sedang ia tidak berpegang teguh kepada Kepala, dari mana seluruh tubuh, yang ditunjang dan diikat menjadi satu oleh urat-urat dan sendi-sendi, menerima pertumbuhan ilahinya.
  • Kolose 2:23 : Peraturan-peraturan ini, walaupun nampaknya penuh hikmat dengan ibadah buatan sendiri, seperti merendahkan diri, menyiksa diri, tidak ada gunanya selain untuk memuaskan hidup duniawi.
Untuk mengetahui tujuan penulisan surat, kita perlu tahu kondisi jemaat yang dikirimi surat, keduanya saling berkaitan. Dari pembacaan ayat-ayat di atas, kita mengetahui adanya pengaruh ajaran yang salah dalam jemaat Tuhan. Ajaran-ajaran Yunani berusaha masuk ke dalam gereja. Ajaran-ajaran tersebut salah karena tidak kembali kepada Kristus. Jemaat Kolose sudah merendahkan diri, beribadah kepada malaikat dan mendapatkan penglihatan, tapi menurut Paulus semuanya itu salah karena tidak kembali kepada Kristus. Paulus dalam surat Kolose berkali-kali menekankan untuk kembali kepada Kristus. Kolose 1 adalah salah satu pengajaran yang penting mengenai Kristologi.
  • Kolose 1:3-5 : Kami selalu mengucap syukur kepada Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, setiap kali kami berdoa untuk kamu, karena kami telah mendengar tentang imanmu dalam Kristus Yesus dan tentang kasihmu terhadap semua orang kudus, oleh karena pengharapan, yang disediakan bagi kamu di sorga. Tentang pengharapan itu telah lebih dahulu kamu dengar dalam firman kebenaran, yaitu Injil.
  • Kolose 1:8 : Dialah juga yang telah menyatakan kepada kami kasihmu dalam Roh.
Dari 2 ayat di atas dapat kita simpulkan bahwa jemaat Kolose adalah jemaat yang baik. Mereka memiliki iman, pengharapan, dan kasih, bahkan kasihnya adalah kasih dalam Roh.
Jadi ada 2 kondisi jemaat Kolose yaitu ada ajaran lain yang berusaha mempengaruhi, dan jemaat Kolose adalah jemaat yang baik.
Surat Kolose 1-3:4 banyak berbicara tentang hal doktrinal yaitu prinsip-prinsip, doktrin-doktrin, dan pengajaran tentang membedakan yang benar dan yang salah baik dalam hal ajaran maupun doktrin.
Surat Kolose 3:5 : Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala. Dalam ayat di atas Paulus membicarakan tentang perilaku, sikap, etika, bagaimana orang Kristen harus hidup. Yang menarik dalam hal ini adalah di satu sisi Paulus tahu adanya ancaman yang nyata terhadap jemaat Kolose dari ajaran lain yang berusaha mempengaruhi tetapi di sisi lain Paulus masih memberikan ruang yang cukup panjang, porsi yang cukup banyak untuk membicarakan hal-hal tentang perilaku, sikap, etika dan bagaimana harus hidup, bahkan sampai hal-hal detail dari suami-istri, anak, orang tua, dll.
Sebagai ilustrasi pembanding, ada 2 orang anak yang mempunyai karakter malas dan yang lainnya berkarakter berantakan. Besok ada ujian, maka yang menjadi fokus kita adalah anak yang malas bukannya pada sifat berantakannya. Paulus tahu adanya ancaman tersebut di atas, ketika dia hendak memberikan pengajaran tentang doktrin yang benar, dia juga merasa hal-hal tentang perilaku/ etika adalah juga sangat penting. Yang menarik lagi, jemaat Kolose adalah jemaat yang sudah baik, tetapi Paulus merasa masih belum cukup. Surat-surat yang lain bahkan surat dari Yohanes, Petrus juga berisikan hal yang sama yaitu tentang perilaku, sikap, bagaimana harus berelasi. Jadi bukan hanya hal-hal doktrinal saja yang penting, melainkan hal-hal tentang perilaku, sikap, bagaimana harus berelasi juga penting. Kedua hal tersebut harus diajarkan bersamaan.
Yang menjadi pergumulan saya setelah mendapatkan kesempatan studi di Amerika adalah setelah studi apakah saya akan mengalami perubahan atau tidak, apakah istri dan anak saya dapat merasakan adanya perubahan pada diri saya. Adalah sesuatu yang tidak beres jika kita yang sudah belajar kebenaran tetapi tidak berubah dalam hal perilaku, iman kita. Seharusnya, kedua aspek tersebut saling berkait.
Ada jemaat yang ketika berada di luar kota atau luar negeri takut memasuki gereja dengan pengajaran yang salah. Tetapi, adakah diantara kita yang memiliki ketakutan: setelah sekian lama beribadah di tempat ini tetap tidak mengalami pertumbuhan dalam aspek praktis. Ataukah kita mempunyai prinsip bahwa doktrinal dibereskan dulu, baru aspek praktis diperhatikan. Seharusnya, kita harus berusaha untuk tidak jatuh dalam hal doktrinal dan pada saat yang sama harus berusaha bertumbuh dalam hal praktis, dalam hal iman.
Dua per tiga bagian surat Kolose berbicara tentang hal-hal doktrinal, sepertiga bagiannya berbicara tentang hal-hal perilaku, sikap secara detail. Paulus dan penulis surat yang lain memberikan porsi yang besar dalam aspek moral, etika ini karena mereka menyadari bahwa hal ini tidaklah mudah. Bertumbuh dalam aspek moral, etika, sikap memang tidak mudah, kita perlu bersabar dan memerlukan usaha yang khusus.
Orang yang sudah lama menjadi orang Kristen tidak otomatis memiliki sikap, moral yang baik. Kita harus bersabar terhadap orang lain dan tidak cepat puas diri dengan  keadaan kita sendiri. Jangan dibalik, kalau terhadap orang lain tidak sabar akan perubahannya tetapi kalau terhadap diri selalu penuh “ampun”.
Jemaat Tesalonika terkenal dalam hal kasihnya, tetapi Paulus mengatakan kepada mereka : aku mau kamu lebih lagi dalam mengerjakan kasihmu.
Bertumbuh di dalam aspek moral, etika, sikap memerlukan disiplin, perhatian, usaha, dan waktu.
Aspek indikatif (yaitu hal-hal yang berbicara hal-hal doktrinal, status kita, bagaimana Allah memandang kita, aspek fakta) dan aspek imperatif (yaitu aspek perintah) harus berjalan bersamaan. Kalau kita memisahkan keduanya, adalah hal yang berbahaya.
Seorang teman saya dari Cina mengatakan bahwa kehidupan moral di Amerika (daerah Chicago) masih lebih baik daripada di Cina. Sejak pemerintah Cina membuka kesempatan kepada kaum wanita untuk berkarir, banyak wanita yang berpendidikan tinggi dan berpenghasilan baik, tapi mereka kesulitan dalam menemukan suami. Mereka tidak mungkin menikah dengan pria yang status ekonominya lebih rendah, tetapi pria yang status ekonominya lebih tinggi kebanyakan beristri lebih dari satu atau punya wanita simpanan. Pemerintah Cina tidak memiliki dasar untuk melarang poligami, kecuali kalau muncul gejolak sosial. Hal ini menunjukkan bahwa kalau aspek indikatif tidak ada, maka aspek imperatifnya pun menjadi sulit. Dalam kekristenan, ada indikatif bahwa Allah menciptakan pria dan wanita yang bersatu menjadi satu daging, imperatifnya adalah tidak boleh cerai. Sebaliknya, orang Israel tahu indikatif bahwa mereka adalah umat pilihan Allah yang harus disunat sebagai tandanya, tapi secara imperatifnya tidak jalan.
Seorang teman saya yang bekerja di Starbucks, membandingkan pekerja Starbucks di Jepang dengan di Amerika. Yang di Jepang bekerja lebih akurat dan cepat sepanjang waktu, sedangkan yang di Amerika sedikit ceroboh dan lambat ketika jam sibuk, karena bagi orang Jepang pekerjaan yang buruk akan mempermalukan Negara Jepang dan nama keluarga. Kita yang secara identitas sudah jelas sebagai anak Tuhan, seharusnya juga mempunyai aspek imperatif yang benar.
Kita kembali melihat Kolose 3:12, indikatifnya adalah sebagai orang pilihan Allah yang dikuduskan dan dikasihi-Nya, imperatifnya adalah kenakanlah belas kasihan, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran. Paulus beroleh hikmat dari Tuhan, dia melihat bahwa indikatif dan imperatif harus berjalan bersamaan, ancaman dalam jemaat Kolose adalah berasal dari doktrin yang salah juga dari perilaku yang salah. Jemaat bisa jatuh karena doktrin yang salah dan juga dari perilaku yang salah. Perilaku jemaat yang salah dapat mempengaruhi perilaku jemaat yang lain. Ada orang yang tidak mau lagi pergi ke gereja karena sudah dikecewakan oleh jemaat lain. Saudara seiman dapat menjadi batu sandungan. Kolose 3:12 mengajarkan bahwa untuk dapat memiliki perilaku Kristen yang benar, kita harus sadar akan identitas kita sebagai orang Kristen.
Kolose 3:13 mengajarkan aspek imperatif yaitu sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilah seorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, aspek indikatifnya adalah sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu. Kita harus tahu terlebih dahulu bahwa kita adalah orang yang diampuni, baru kita bisa mengampuni orang lain.
Kita adalah orang yang dikhususkan oleh Allah dari bangsa-bangsa lain untuk melayani Allah seperti bangsa Israel yang dikhususkan oleh Allah untuk melayani Dia. Kita dikhususkan menjadi kaum pilihan Allah, imamat yang rajani. Kita bukan hanya dikhususkan tetapi juga dikasihiNya sebagai umat kesayangan. Ini semua aspek indikatif. Kalau kita sudah tahu identitas kita ini, maka kita harusnya bersikap sebagai orang Kristen yang benar.
Hari ini kita hanya akan membahas 2 aspek imperatif yaitu belas kasihan dan kemurahan. Belas kasihan berarti simpati yang mendalam, hati kita tersentuh dan memikirkan pertolongan untuk orang lain. Kapan terakhir kali kita berbelas kasihan kepada orang lain? Kalau kita kesulitan untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu berdoa mohon Tuhan berikan kepada kita hati yang berbelas kasihan. Berbelas kasihan bukan berarti menjadi sinterklas. Kalau Tuhan bukakan, maka kita juga akan dipakai Tuhan untuk menolong orang lain. Mulailah menganggap kesulitan orang lain sebagai hal yang penting. Dalam kehidupan berjemaatpun, kita perlu memperhatikan kesulitan jemaat lain.
Kehidupan moral bukan hanya hubungan Tuhan dengan saya tetapi juga hubungan saya dengan jemaat lain dalam gereja lokal. Satu jemaat harus berelasi dengan jemaat yang lain. Kesalehan yang dituntut Tuhan bukan hanya kesalehan secara pribadi yang menyangkut hubungan pribadi dengan Tuhan, tetapi juga kesalehan komunitas yang menyangkut kehidupan bergereja yang baik. Berikanlah belas kasihan kepada semua orang, khususnya kepada saudara seiman, khususnya saudara seiman yang secara rutin kita jumpai.
Belas kasihan lebih berfokus pada hal-hal yang menyentuh hati kita, sedangkan kemurahan lebih pada pertolongan yang nyata, praktis kepada orang yang kita jumpai. Kapan terakhir kali kita memberikan pertolongan kepada saudara seiman yang kita jumpai setiap minggu?
Ketika saya berada di Amerika, saya mendapatkan pertolongan yang benar-benar nyata dari orang-orang yang Tuhan tempatkan di sekitar saya. Satu hal yang sangat saya syukuri adalah pertolongan teman-teman Amerika saya dalam memeriksa tata bahasa Inggris saya dalam paper yang saya susun. Bagi mereka, pertolongan tersebut tidaklah sulit, tapi bagi saya pertolongan tersebut sangatlah besar. Mungkin pertolongan yang kita berikan tidaklah terlalu sulit bagi kita tapi mungkin akan sangat berharga bagi orang yang kita tolong. Inilah indahnya! Inilah prinsip tubuh Kristus, satu hal adalah mudah bagi seseorang karena sesuai dengan talenta yang Tuhan berikan tapi tidak bagi orang lain, karena itu kita harus saling memberikan kemurahan, saling berbelas kasihan, kepedulian kepada orang lain.
Mari kita gumulkan dukungan apa yang dapat kita berikan kepada jemaat yang kita jumpai setiap minggu. Kita akan melihat bagaimana nama Tuhan dipermuliakan.
Jemaat Kolose yang baik, ketika memiliki kesaksian hidup yang baik, bukan hanya membuat mereka tidak jatuh tetapi juga akan dapat membawa orang luar masuk ke dalam. Waktu mereka tidak hanya membantah dan menjawab tetapi juga menunjukkan kesaksian hidup yang riil, mereka akan dapat membawa orang yang semula hendak mempengaruhi mereka dengan ajaran yang salah, masuk ke dalam persekutuan orang yang diselamatkan.
Seorang teman yang semula studi di Universitas Trinity tetapi kemudian pindah ke universitas sekuler, dapat merasakan bedanya dalam hal komunitas hidup mahasiswanya. Mahasiswa dari 2 universitas tersebut sama integritasnya tapi beda dalam hal relasi satu sama lainnya. Di sini kita kembali diingatkan akan Firman Tuhan yang mengatakan bahwa ketika kamu saling mengasihi, maka orang lain akan tahu bahwa kita adalah murid Tuhan. Amin  ?


Dari pembelajaran diatas, kita juga diajar untuk meneladani pola hidup Tuhan Yesus, minggu ini hingga minggu kedepan, kita akan belajar mempraktekannya..


Selamat bertumbuh , belajar meneladani Tuhan Yesus
Tuhan Yesus memberkati

Rabu, 24 Februari 2010

IMPT, 21 February 2010, Yohanes 11 : 1- 44 lazarus dibangkitkan

LAZARUS - "YANG MAHAKUASA SENDIRI MENOLONG!"


Rekan-rekan yang baik!

Kisah pembangkitan Lazarus (Yoh 11:1-45, Injil Minggu Prapaskah V tahun A) membantu kita mengenali siapa Yesus yang akan dirayakan pada hari Paskah nanti. Kisah ini sederhana tapi sarat dengan makna. Ketika itu ia sedang di seberang sungai Yordan, di luar wilayah Yudea, menyingkiri orang-orang yang mau merajamnya di wilayah Bait Allah (lihat Yoh 10:31). Dari Betania dekat Yerusalem terdengar kabar mengenai Lazarus yang sedang sakit. Orang ini saudara Maria dan Marta, kenalan baik dan murid Yesus dari kalangan yang lebih luas. Dua hari kemudian Yesus mengajak murid-muridnya ke Yudea - dalam pengertian mereka - untuk melayat Lazarus. Kembali ke Yudea? Risiko! Tapi Yesus tetap mau ke sana. Tapi dia itu kan terang yang dibutuhkan agar orang tetap lurus berjalan, tanpa dia orang akan tersandung jatuh di kegelapan (ay. 9-10).

Iman kepercayaan tumbuh perlahan-lahan dan bersandar pada macam-macam hal yang tak terduga. Dalam kisah pembangkitan Lazarus ini kita akan belajar banyak dari orang-orang yang berperan dalam peristiwa itu: Marta, Maria, Lazarus, orang-orang Yahudi yang ada di situ, dan dari Yesus sendiri juga.

Dalam bacaan pertama (Yeh 37:12-14) disampaikan akhir dari pengalaman batin Nabi Yehezkiel (lihat pula ayat 1-8) dibawa Roh Tuhan ke sebuah lembah yang dipenuhi tulang-tulang kering. Di sana ia ditanyai apakah tulang-tulang itu dapat hidup kembali. Nabi menjawab hanya Tuhan-lah yang tahu. Tuhan pun menegaskan Dia-lah yang memberi nafas - roh - hidup sehingga tulang-tulang itu hidup kembali. Maka Nabi disuruhNya bernubuat demikian. Yehezkiel pun melakukan perintah itu. Tulang-tulang itu melambangkan hidup umat yang mengering binasa. Tetapi kini Tuhan sendiri mendatangi dan memberi mereka RohNya sehingga mereka hidup kembali dan tinggal di negeri mereka. Ini terjadi agar diketahui benar-benar bahwa sabda dari Yang Mahakuasa mengujud dalam kenyataan. Dalam pengalaman batin sang nabi, jelas Tuhan sendirilah yang kini mendatangi umat yang binasa, mengering, menjadi tulang-tulang yang terserak-serak. RohNya akan memberi mereka urat, daging, kulit, dan nafas hidup. Hidup mereka akan seirama dengan Tuhan. Ini penglihatan batin sang nabi yang mengajak orang mengerti betapa Yang Mahakuasa tetap dapat dan bersedia berbagi nafas kehidupan dengan umatNya. Namun ada satu hal yang amat penting. Ini semua dinubuatkan atas perintahNya sendiri. Dan baru sungguh terjadi bila diterima dengan tulus. Itulah iman. Penglihatan batin ini berisi ajakan ke sana.

Dalam kisah Lazarus yang disampaikan Yohanes kali ini akan dapat diikuti bagaimana ketulusan iman seperti itu bertumbuh.

SAATNYA KE YUDEA


Ketika mendengar bahwa Yesus tiba di Betania, Marta pergi menyongsongnya di luar. Terjadilah pembicaraan yang menyentuh perasaan (ay. 21-27). Marta percaya, bila Yesus ada di situ ketika Lazarus sedang sakit, pasti ia tidak akan mati. Tapi sayang ia ada di tempat lain. Memang Yesus masih menunggu dua hari di seberang Yordan setelah mendengar berita mengenai sakitnya Lazarus (ay. 6). Terlambat!


Mengapa Yesus sengaja berlama-lama di seberang Yordan? Hendak membiarkan Lazarus mati dulu agar ia bisa bermukjizat? Penjelasan seperti ini tidak klop dengan akal sehat, juga tidak cocok dengan cara Yohanes menggambarkan Yesus. Di Kana dulu, kita ingat, ketika ibunya mengatakan persediaan anggur habis, Yesus malah menenangkannya (Yoh 2:4) dan mengatakan bahwa saatnya belum tiba. Kini ketika mendengar berita mengenai sakitnya Lazarus, Yesus menunggu saat yang tepat baginya. Kita boleh sedikit menengok ke depan: di kayu salib pada saat terakhir (Yoh 19:30) ia berseru: "Sudah tercapai!" harfiahnya "Sudah selesai!" dan ia menundukkan kepala dan menyerahkan nyawanya. Jelas, tinggal dua hari lebih lanjut di seberang Yordan itu untuk menanti saat yang tepat mengajak murid-murid ke Yudea. Terbayang pribadi orang bertindak sesuai dengan saat Yang Ilahi sendiri bertindak dan dengan demikian dapat menjadi tanda kehadiranNya di dunia ini. Penting disadari juga bahwa tujuan utama perjalanannya ialah "ke Yudea", bukan pertama-tama untuk mendatangi Lazarus yang akrab dengannya sekalipun. Dan arti ke Yudea jelas: menyongsong hari-hari ia ditolak, ditangkap, disalibkan, tapi juga dibangkitkan oleh Bapanya. Dalam rangka itulah Yesus pergi mendapati sahabatnya yang telah meninggal.

MARTA DAN MARIA

Baik Marta maupun Maria berkata bahwa seandainya Yesus ada di situ pastilah saudara mereka tidak mati (ay. 21 dan 32). Ini ungkapan kepercayaan yang tebal tanpa meremehkan perasaan menyesalkan kenapa kok dia tak ada di situ di saat-saat orang membutuhkannya.

Pendengar Injil kini boleh merasa siap ikut di dalam pembicaraan mereka. Tak ada yang meragukan bahwa Lazarus itu orang yang berjalan bersama dengan Yesus - sang terang sendiri. Lazarus orang yang dikasihi Yesus. Artinya, bukan sahabat akrab semata-mata. Bukan sisi itulah yang ditekankan. Orang yang dikasihi artinya dia yang rela menerima janji Yesus dan dengan demikian Yesus bertanggung jawab mengenai dia di hadapan Yang Mahakuasa, yakni Bapanya. Karena itu, Yesus mengatakan kepada Marta bahwa Lazarus akan bangkit (ay. 23). Yesus sendiri akan membawa hal ini ke hadapan BapaNya seperti dilakukannya nanti (ay. 41-42). Marta tidak segera menangkap. Yesus kembali menegaskan bahwa dia sendirilah kebangkitan (ay. 25). Baru dengan demikian Marta berani mempercayainya. Ia menegaskan (ay. 27) bahwa Yesus itu "Mesias, Anak Allah, dan dia yang akan datang ke dalam dunia." Maksudnya, dia itu orang yang diberi kuasa ilahi dan amat dekat dengan Allah sendiri, dan akan selalu hadir di antara manusia dengan segala suka dukanya. Tiga gelar itu mengungkapkan kesadaran akan siapa Yesus yang masih ada dalam ingatan orang beriman awal.

Arti nyata dari kata-kata Marta itu ditunjukkan kepada kita oleh Maria. Dalam ay. 32, Maria yang bertemu Yesus langsung bersujud di depan kakinya. Tindakan ini membadankan pernyataan Marta. Sujudnya Maria itu pengakuan bahwa Yesus itu dia yang diberi kuasa datang di tengah-tengah manusia di dunia ini dan menyertainya mendekat kepada Bapanya seperti Yesus sendiri dekat kepadaNya. Sekali lagi, pembaca diajak Yohanes memandangi kedua perempuan itu dan belajar dari mereka.


LAZARUS

Sudah empat hari Lazarus mati. Marta berkata, ia sudah membusuk (ay. 39). Terlambat untuk bangkit kembali! Tapi Yesus membuat Marta dan kita-kita ini ingat, bila kita percaya maka kita akan melihat kemuliaan Allah (ay. 40). Maksudnya, bila Marta atau siapa saja mau memasrahkan urusan yang toh tidak dapat kita tangani sendiri kepada dia yang diberi kuasa ilahi, kebesaran ilahi akan bisa dialami, entah apa bentuknya. Akhir peristiwa ini dapat diikuti dari Injil sendiri. Lazarus dipanggil keluar. Bahkan orang yang sudah mati empat hari dan membusuk itu masih taat kepada dia yang mendapat kuasa ilahi (Mesias) untuk membawa ke dekat kehadiran ilahi, yakni dirinya sendiri (Anak Allah) dan mendatangi dunia yang gelap di dalam kubur tadi. Maklum, dalam Injil Yohanes pengertian "dunia" dipakai dalam arti tempat gelap yang butuh diterangi kehadiran ilahi.

Orang yang sudah mati pun menaati kata-katanya! Peristiwa ini hebat. Tetapi makin didalami makin tak perlu membuat heran. Lazarus kan orang yang dikasihi, artinya, orang yang telah berjanji mau pasrah kepadanya dan menerima janji akan dilindungi. Orang seperti itu selalu dan tetap mendengarkan dia yang bersabda, tidak akan terhalang apapun, juga tidak oleh kematian. Inilah kenyataan yang tak kasat mata jasmani dan tak tecerna pikiran tapi bisa dicerap indra batin dan kepekaan iman. Yohanes juga mengajak kita belajar dari Lazarus si orang mati itu. Kematian tidak menutup pendengarannya bagi sabda ilahi.


Seperti Marta dan Maria, Lazarus pun mengungkapkan kepercayaan kepada Yesus dengan caranya sendiri: ia berjalan keluar dari kubur, menembus tabir maut, mendekat kepada dia yang memanggilnya. Dan ia pun kembali berada di tengah-tengah orang hidup.

YESUS

Ketika melihat Maria menangis dan menyaksikan ratapan orang-orang di situ, dikatakan Yesus menjadi sedih tinya dan sangat terharu (ay. 33). Ungkapan-ungkapan ini amat manusiawi. Termasuk juga rasa frustrasi, marah, karena merasa tak bisa langsung berbuat sesuatu. Yohanes menyelami yang dirasakan Yesus dan mengungkapkannya kembali bagi kita. Yesus bukan manusia yang di atas perasaan dan bisa membuat mukjizat begitu saja. Waktu itu ia betul-betul merasa tak berdaya menolong orang-orang yang mempercayainya. Karena itu ia pilu, geram, apa sajalah yang keluar dari lubuk hati ketika melihat orang menderita tanpa bisa berbuat banyak. Hanya bisa ikut merasakan kepedihan. Bahkan pada ay. 35 Yohanes menyebut Yesus menangis. Orang-orang Yahudi melihat dan bersimpati (ay 36-37) tapi juga menyangsikan apakah ia yang beberapa waktu sebelumnya bisa membuka mata orang buta kini akan dapat berbuat sesuatu. Memang Yesus merasa tidak dapat berbuat banyak. Dengan perasaan campur aduk ia cuma mau mendekat melihat sahabat yang sudah mendahului itu.

Di depan kubur orang yang telah menaruh kepercayaan kepadanya itu ia berseru kepada Bapa yang mengutusnya ke dunia. Ia memandang ke atas (ay. 41) dan mengucap doa syukur kepada Bapanya bahwa ada orang masih mau percaya bahwa ia sungguh utusanNya (ay. 41b-42). Kemudian ia berseru keras-keras memanggil keluar Lazarus - memanggil "Allah menolong" - itulah arti harfiah nama Lazarus. Seruan itu dua arahnya: pertama, seruan kepada Lazarus agar keluar dari tempat orang mati dan kedua, seruan kepada Allah sendiri yang menolong itu. Diseru oleh orang yang diberiNya sendiri kuasa, maka Allah tidak tinggal diam. Pembaca boleh bolak balik mendalami dua arah seruan ini dan merasa-rasakan daya yang menggumpal di dalam kata-kata Injil itu. Pada akhir petikan hari ini disebutkan, banyak orang yang menyaksikan peristiwa itu menjadi percaya. Itulah hikmat Injil.

Salam hangat,

A. Gianto


http://www.mirifica.net/artDetail.php?aid=4741

Jumat, 04 Desember 2009

IMPT 6 Desember 2009

Selamat pagi semua, Salam Sejahtera dalam Tuhan Yesus Kristus. Materi untuk IMPT Minggu ini.



































Tuhan Yesus memberkati

Senin, 19 Oktober 2009

IMPT, 18 Oktober 2009

Pembacaan Firman dari I Korintus 3:10-23

3:10Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
3:11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.
3:12 Entahkah orang membangun di atas dasar ini dengan emas, perak, batu permata, kayu, rumput kering atau jerami,
3:13 sekali kelak pekerjaan masing-masing orang akan nampak. Karena hari Tuhan akan menyatakannya, sebab ia akan nampak dengan api dan bagaimana pekerjaan masing-masing orang akan diuji oleh api itu.
3:14 Jika pekerjaan yang dibangun seseorang tahan uji, ia akan mendapat upah.
3:15 Jika pekerjaannya terbakar, ia akan menderita kerugian, tetapi ia sendiri akan diselamatkan, tetapi seperti dari dalam api.
3:16 Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?
3:17 Jika ada orang yang membinasakan bait Allah, maka Allah akan membinasakan dia. Sebab bait Allah adalah kudus dan bait Allah itu ialah kamu.
3:18 Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat.
3:19 Karena hikmat dunia ini adalah kebodohan bagi Allah. Sebab ada tertulis: "Ia yang menangkap orang berhikmat dalam kecerdikannya."
3:20 Dan di tempat lain: "Tuhan mengetahui rancangan-rancangan orang berhikmat; sesungguhnya semuanya sia-sia belaka."
3:21 Karena itu janganlah ada orang yang memegahkan dirinya atas manusia, sebab segala sesuatu adalah milikmu:
3:22 baik Paulus, Apolos, maupun Kefas, baik dunia, hidup, maupun mati, baik waktu sekarang, maupun waktu yang akan datang. Semuanya kamu punya.
3:23 Tetapi kamu adalah milik Kristus dan Kristus adalah milik Allah.

Jumat, 09 Oktober 2009

IMPT Minggu 11 Oktober 2009

Materi Pembinaan diambil dari Kolose 1 : 15-23






Kolose 1:15-23
1:15
Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan,
1:16
karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
1:17
Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
1:18
Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
1:19
Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
1:20
dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.
1:21
Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat,
1:22
sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya.
1:23
Sebab itu kamu harus bertekun dalam iman, tetap teguh dan tidak bergoncang, dan jangan mau digeser dari pengharapan Injil, yang telah kamu dengar dan yang telah dikabarkan di seluruh alam di bawah langit, dan yang aku ini, Paulus, telah menjadi pelayannya.


Wacana

Penulis : Paulus

Tema : Keunggulan KristusTanggal Penulisan: Sekitar 62 TM

Latar Belakang Kota Kolose terletak dekat Laodikia bagian barat daya Asia Kecil, kira-kira 160 kilometer tepat di sebelah timur kota Efesus.Agaknya jemaat Kolose telah didirikan sebagai akibat tiga tahun pelayananyang luar biasa dari Paulus di Efesus (Kis 20:31).



Pengaruh pelayanannyabegitu luar biasa dan luas jangkauannya sehingga "semua penduduk Asiamendengar firman Tuhan, baik orang Yahudi maupun orang Yunani"(Kis 19:10). Walaupun Paulus sendiri mungkin tidak pernah mengunjungiKolose (Kol 2:1), ia telah memelihara hubungannya dengan gereja itumelalui Epafras, seorang yang bertobat di bawah pelayanannya dan rekankerjanya dari Kolose (Kol 1:7; Kol 4:12). Alasan untuk menulis surat ini adalah munculnya ajaran palsu yang mengancammasa depan rohani jemaat Kolose (Kol 2:8). Ketika Epafras, seorangpemimpin dalam gereja Kolose dan boleh jadi pendirinya, mengadakanperjalanan untuk mengunjungi Paulus dan memberitahukan tentang situasi diKolose (Kol 1:8; Kol 4:12), Paulus menanggapinya dengan menulis surat ini.Pada waktu itu ia berada dalam tahanan (Kol 4:3,10,18), mungkin sekalidi Roma (Kis 28:16-31) sambil menantikan naik bandingnya kepada Kaisar(Kis 25:11-12). Rekan Paulus, Tikhikus sendiri membawa surat ini keKolose atas nama Paulus (Kol 4:7). Sifat yang tepat dari ajaran palsu yang terdapat di Kolose ini tidakdiuraikan dengan jelas dalam surat ini, karena para pembaca yang mula-mulasudah memahaminya dengan baik. Akan tetapi dari berbagai pernyataan Paulusyang menentang ajaran palsu itu, nyatalah bahwa bidat yang hendakmeruntuhkan dan menggantikan Yesus Kristus sebagai inti kepercayaan Kristenadalah suatu campuran yang aneh yang terdiri atas ajaran Kristen,tradisi-tradisi Yahudi tertentu di luar Alkitab dan filsafat kafir (serupadengan campuran kultus-kultus dewasa ini). TujuanPaulus menulis (1) untuk memberantas ajaran palsu yang berbahaya di Kolose yang sedang menggantikan keunggulan Kristus dan kedudukan-Nya sebagai inti dalam ciptaan, penyataan, penebusan, dan gereja; dan (2) untuk menekankan sifat sebenarnya dari hidup baru di dalam Kristus dan tuntutannya pada orang percaya. SurvaiSetelah menyampaikan salam jemaat dan mengungkapkan rasa syukur karena iman,kasih, dan pengharapan mereka, dan karena mereka terus-menerus maju sebagaiorang percaya, maka Paulus memusatkan perhatian pada dua pokok persoalanyang penting: ajaran yang betul (Kol 1:13--2:23) dan nasihat-nasihatpraktis (Kol 3:1--4:6). Dari segi teologi, Paulus menekankan sifat sejati dan kemuliaan Tuhan YesusKristus. Dialah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15), kepenuhanke-Allahan dalam bentuk jasmaniah (Kol 2:9), Pencipta segala sesuatu(Kol 1:16-17), kepala gereja (Kol 1:18) dan sumber yang serbacukup dari keselamatan kita (Kol 1:14,20-22). Kristus benar-benarmemadai, sedangkan bidat di Kolose itu sama sekali tidak memadai -- hampa,palsu, dan bersifat kemanusiaan (Kol 2:8); dangkal secara rohani danangkuh (Kol 2:18); serta tanpa kuasa terhadap keinginan-keinginanberdosa dari tubuh (Kol 2:23) Dalam nasihat-nasihat praktisnya, Paulus mengimbau agar hidup ini didasarkanpada kecukupan dari Kristus sebagai satu-satunya cara untuk maju dalamkehidupan Kristen. Realitas Kristus yang hidup di dalam kita (Kol 1:27)harus tampak dalam perilaku Kristen (Kol 3:1-17), hubungan rumah tangga(Kol 3:18--4:1) dan disiplin rohani (Kol 4:2-6). Ciri-ciri KhasTiga ciri utama menandai surat ini. (1) Kolose memusatkan perhatian pada kebenaran rangkap dua dari keutamaan Kristus dan kesempurnaan orang percaya di dalam Dia, bahkan lebih dari kitab-kitab lain dalam PB. (2) Kitab ini dengan tegas meneguhkan kepenuhan ke-Allahan Kristus (Kol 2:9) dan berisi salah satu bagian yang paling agung di PB mengenai kemuliaan-Nya (Kol 1:15-23). (3) Kitab ini sering dianggap sebagai "surat kembar" bersama kitab Efesus, karena keduanya mempunyai beberapa persamaan dalam hal isi dan ditulis kira-kira pada waktu yang sama (bd. Garis Besar dari kedua kitab ini).



referensi http:\\www.sabda.org

Jumat, 14 Agustus 2009

Nehemia

Minggu, 16 Agustus 2009


Nehemia termasuk dalam kelompok orang-orang Yahudi yang menjadi tawanan di Babel yang dibesarkan di Persia setelah Koresy memberikan kebebasan kepada mereka. Nehemia telah mendapat kedudukan yang terhormat sebagai pengangkat anggur bagi raja Artahsasta, raja Kerajaan Persia. Ini merupakan jabatan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar. Tidak banyak orang dalam kerajaan itu yang memiliki hubungan yang sangat akrab dengan raja seperti seorang yang menjabat sebagai pengangkat anggur bagi raja (I Raja-Raja 10:5; II Tawarikh 9:4).

Nehemia menerima laporan mengenai kemelaratan jasmani dan rohani yang melanda Yerusalem dan hatinya menjadi sedih mendengar keadaan itu. Karena itu Ezra duduk menangis dan berkabung selama beberapa hari dan Ia berpuasa dan berdoa kepada hadirat Allah (Nehemia 1:4). Doa-doa Nehemia itu mengakibatkan raja Persia memberikan izin kepadanya untuk berangkat dan sekali gus mengangkatnya sebagai gubernur Yehuda, serta mengaruniakan kepadanya kekuasaan untuk membangun kembali tembok kota itu (Nehemia 2:5-7; 5:14).

Nehemia memahami akan Firman Allah dan secara rohani ia telah siap untuk memulihkan kembali penyembahan kepada Allah di Yeruselem. Kedudukannya yang terhormat, kesenangan pribadi dan jaminan materi baginya tidak sepenting seperti kasihnya kepada Allah yang benar dan keprihatinannya terhadap keadaan umat yang berada di Yerusalem.

Ketika Nehemia tiba di Yerusalem, ia melayani bersama-sama dengan Ezra dalam menghadapi berbagai tantangan serta hambatan yang datang dari para musuh di sekliling mereka yang berusaha mematahkan semangat mereka.

Memulihkan tembok yang telah hancur, yang sebelumnya berfungsi melindungi Yerusalem dari gerombolan perampok mejadi perhatiannya yang terutama. Orang-orang Israel telah tinggal di tengah-tengah puing reruntuhan sejak Nebukadnezar menghancurkan Yerusalem kira-kira 140 tahun sebelumnya (II Raja-Raja 25:8-11). Orang-orang Yahudi yang tersisa tidak bisa merasakan ketenangan karena mereka tidak dilindungi oleh tembok yang berfungsi menghambat serangan musuh-musuh. Ancaman serangan musuh itu datang dari bangsa-bangsa di sekitar mereka yang mudah sekali menyusup masuk untuk menjarah hasil pertanian atau harta benda mereka.

Bahkan beberapa dari pemuka-pemuka di Yerusalem pun tidak mau bekerja sama dengan Nehemia (Nehemia 2:19; 3:5; 4:1-12). Dalam menghadapi berbagai bahaya yang mengancam itu (Nehemia 4:12-23; 6:2-4,10-13), Nehemia tetap mengandalkan doa dan iman kepada Allah dalam memimpin orang banyak untuk menyelesaikan pembangunan tembok yang berhasil dikerjakan dalam waktu yang singkat yang mencakup kira-kira 52 hari saja (Nehemia 6:15).

Setelah tembok itu selesai dikerjakan, seluruh rakyat meminta kepada Ezra, ahli kitab itu, supaya ia membawa kitab Taurat Musa .......membacakan beberapa bagian dari pada kitab itu ....... lalu orang-orang Lewi mengajarkan Taurat itu kepada orang-orang itu (Nehemia 8:1,3,8). Keesokan harinya para pemuka masyarakat kembali datang kepada Ezra untuk meminta penjelasan mengenai kalimat-kalimat Taurat itu (Nehemia 8:14). Kegiatan-kegiatan ini diakhiri dengan peringatan Hari Raya Pondok Daun di mana pada hari itu diadakan doa, pengakuan, puasa dan pemulihan ikatan perjanjian dengan Tuhan Allah mereka (Nehemia 10:29).

Setelah tembok Yerusalem itu ditahbiskan oleh Ezra dan Nehemia (Nehemia 12:27-43), Nehemia terus menjabat sebagai gubernur Yehuda yang berkedudukan di Yerusalem selama kira-kira 12 tahun dan kemudian ia kembali mengadakan kunjungan singkat ke pengadilan Persia (Nehemia 5:14). Selama kepergian Nehemia dari Yerusaelm, Firman Allah kembali dilalaikan yang mengakibatkan merajalelanya korupsi dan perbuatan jahat (Nehemia 13:6). Namun, ketika Nehemia kembali, ia sekali lagi dengan gigih dan penuh semangat mengajak bangsa itu untuk bertobat dari dosa-dosa mereka dan membaharui kembali hubungan perjanjian mereka dengan Allah, serta memulihkan penyembahan yang benar kepada Tuhan (Nehemia 13:7-31).

Nehemia dan Ezra kedua-duanya sangat giat dalam memberitakan Firman Allah kepada orang banyak, dan membimbing mereka agar dapat menerapkannya ke dalam kehidupan mereka (Nehemia 8:8,13,18; 13:1-30). Ketaatan hamba-hamba Allah ini harus mengilhami kita agar kita pun terbeban untuk menolong orang-orang Kristen yang lain dalam memahami Firman Allah, yang merupakan satu-satunya sumber pimpinan dan jawaban kepada doa-doa kita dan berkat-berkat Allah.

Kitab Nehemia dianggap sebagai lanjutan kitab Ezra. Menurut tradisi, kitab ini ditulis antara tahun 431 s.M. – 430 s.M. ketika Nehemia kembali untuk kedua kalinya ke Yerusalem setelah pergi ke Persia.
Kitab ini terdiri dari empat bagian:
Kisah mengenai dibangunnya kembali Tembok Yerusalem, dan daftar mereka yang datang dari Babilonia (bab 1-7).
Laporan mengenai keadaan agama kaum Yahudi ketika itu (bab 8-10).
Menambah penduduk Yerusalem; cacah jiwa penduduk pria dewasa, dan nama-nama para ketua, serta daftar para imam dan kaum Lewi (bab 11-12:1-26).
Pentahbisan Tembok Yerusalem, pelantikan pejabat Bait Allah kedua dan reformasi yang dilaksanakan oleh Nehemia (bab 12:27 - 13).
Setelah buku ini, maka tamatlah kisah daripada Perjanjian Lama.

http://www.sabda.org

Senin, 10 Agustus 2009

Kerendahan hati

Bacaan Minggu Lukas 7 : 1- 1o
Ayat Mas Lukas 7 : 9
(sesuai SBT GPIB)

Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!"


Saat ini, banyak sekali Tenaga Kerja Wanita, menginjakan kakinya di luar negeri mencari sesuap nasi dengan mengambil pekerjaan menjadi pembantu rumah tangga.
Banyak beredar cerita TKW Indonesia di negara Malaysia mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari majikannya.

Dan tidak sedikit pula dialami para pembantu rumah tangga di Indonesia sendiri mengalami perlakuan yang tidak manusiawi. Mereka diperlakukan sebagai budak, diperkerjakan dengan semena-mena.

Pengaruh kekuasaan, uang dan derajat menjadikan perbedaan antara manusia yang ada di bumi ini.

Seorang perwira di Kapernaum, mau merendahkan diri dan meminta kesembuhan untuk seorang hambanya yang sakit.
Dengan ketidak layakan yang dirasakannya, tapi dia mengimanin keberadaaan dan keagungan Tuhan Yesus akan menyembuhkan hambanya hanya dengan ucapan.

Kita yang sudah dikenalkan kepada Tuhan Yesus, sering kali masih tidak menyerahan kekuatiran dan ketidak berdayaan kita. Tapi berpegang kepada pengetahuan dan keegoisan diri.
Hidup adalah suatu perjuangan, perjuangan kita melawan keangkuhan, kesombongan , keegoisan dengan berbekal mau menyerahkan segala sesuatunya ke tangan Tuhan. Dengan penuh Iman, harapan dan kasih.

Biar Tuhan yang berkehendak, tanpa kita menyadari sesuatu yang terindah akan diberikannya kepada kita.

Penulis : Pitasari Dewi